Minggu, 15 September 2013

UNFRIEND YOU - GREYSON CHANCE

Diposting oleh Unknown di 00.33 0 komentar

I really thought you were the one
It was over before it begun
It's so hard for me to walk away
But I know I can't stay

You're beautiful and crazy too
Maybe that's why I fell into you
Even though you would pretend to be
You were never with me

So it's over yeah we're through, so I'm a unfriend you
You're the best liar ever knew, so I'll unfriend you
Cause I should have known, right from the start
I'm deleting you right from my heart
Yeah it's over, my last move is to unfriend you

I thought in time that you could change
And my time and love would heal the pain
And I didn't want this day to come
But now all I feel is numb

So it's over yeah we're through, so I'm a unfriend you
You're the best liar ever knew, so I'm a unfriend you
Cause I should have known, right from the start
I'm deleting you right from my heart
Yeah it's over, my last move is to unfriend you

You come on to everybody
Everybody all the time
You give up to anybody
What I thought was only mine

Oh oh oh
Oh oh oh
Oooooooh

So it's over yeah we're through, so I'm a unfriend you
You're the best liar ever knew, so I'm a unfriend you
'Cause I should have known, right from the start
That you didn't have a human heart
Yeah it's over my last move is to unfriend you
Unfriend you

Yeah yeah yeah yeah
Woah ohh
Oh oh oh
Oh oh oh
So I'm a unfriend you
Oh oh oh
Oh oh oh
So I'm a unfriend you

Rabu, 12 Juni 2013

Life Is Adventure VI

Diposting oleh Unknown di 02.35 0 komentar
BAB VI : EVENING IN LONDON

Aku kembali menyesap Green tea hangat yang baru saja ku buat tadi..,memandangi Jalanan perumahan yang tertimbun salju.., mengintip jendela-jendela rumah yang bersinar temaram dari balkon kamarku.., Senyumnya yang menawan kembali terlintas diotakku.. Justin Bieber.. Nama yang indah, seindah pemilik nama itu, wajah yang terpahat sempurna, kornea matanya “Astaga.. Ada apa denganku?!” racauku. Aku kembali merutuki diriku yang mudah jatuh hati pada seseorang..err yahh sungguh itu fakta… ku fikir itu bukan cinta.. pasalnya aku memang belum mengerti apa itu cinta..
Aku kembali masuk ke dalam kamar, dan turun ke bawah.. aku melihat esme hendak naik ke atas.., tapi sepertinya dia mengurungkan niatnya ketika melihatku, “Ada apa esme?” tanyaku penasaran “Sepertinya kau akan libur kerja selama sebulan” ucapnya “sebulan?kenapa?” tanyaku kaget “Yeah aku akan merenovasinya” balasnya “Kau gila? Merenovasi sebulan?kau ingin restoranmu bangkrut?” tanyaku “Hey.. tenanglah darl., restoranku tak hanya itu bukan?” jawabnya enteng. Aku hanya mengangkat bahu dan pergi ke dapur “Dimana logan?” tanyaku sambil mengambil beberapa snack dikulkas “berkencan” balas Esme singkat “ahh dasar playboy.. aku heran kenapa banyak wanita yang mau dengannya” tanyaku sembari duduk disofa memperhatikan Esme yang sepertinya tengah menyiapkan makan malam “dia itu seperti pamanmu.., sewaktu dicollage dulu Gerald selalu dikerumuni gadis-gadis cantik yang selalu memujanya tapi..dengan mudahnya ia jatuh hati padaku mengabaikan semua gadis-gadis yang menurutku lebih cantik dariku dan akulah gadis yang ia pilih.. itu sangat romantic bukan?” kenangnya aku memutar bola mataku jengah “Romantis? Err kau terlalu berlebihan Esme..” balasku “Kau ini belum merasakannya saja..lihat saja nanti saat kau merasakannya.., kau pasti akan terlihat lebih gila dariku” balasnya “merasakan apa?” tanyaku bodoh “satu kata keramat yaitu CINTA” balasnya sok bijak.

SKIP

Aku kembali membenahi beberapa lampu hias diruangan ini.., beberapa orang lainnya terlihat ikut  membenahi bagian lain.. yahh persiapan promnite.. Acara culture budaya itu diundur bulan depan saat musim semi sekaligus saat tahun ajaran baru dimulai.. dan sebagai gantinya acara promnite untuk kelas tiga pun kembali diadakan. Promnite akan dilaksanakan seminggu lagi. Dan sudah delapan puluh persen persiapannya.., aku yakin ini akan menjadi promnite yang menabjubkan. “Hey.. ini dua tiket untukmu” Carol memberikan dua buah tiket promnite kepadaku.., Aku menyipit kearahnya “Kenapa kau berikan aku dua tiket ?” tanyaku heran “Well, mungkin kau dapat mengajak seseorang” balasnya “ Kau menghinaku? Hey apa kau ini sudah lupa jika temanmu ini masih kelewat single?ck” balasku sebal dia terkekeh geli mendengar penuturanku “Kau bisa mengajak Logan mungkin..” balasnya asal “Kau gila? Mengajak seorang playboy gila yang berlaga sok tampan?err aku tak sudi membawanya ke promnite” balasku bergidik ngeri membayangkan Logan yang datang bersamaku diacara promnite “Astaga… itu akan jadi mimpi buruk” lanjutku “hey.. dia itu sepupumu.. kau tak boleh menghinanya seperti itu.., lagi pula dia memang tampan” Ucap Carol dengan senyum misterius, “astaga… jangan bilang kau menyukainya?? Ku mohon katakan tidak.. aku tak ingin memiliki ipar sepertimu” aku menggelengkan kepalaku kuat “Carrrrrlllleeeeeeyyy” teriaknya sebal sambil memukuliku dengan tumpukan tiket promnite yang ia bawa “errr Stop ittt Carooolllll” balasku sebal

SKIP

Setelah kegiatan classmet hari ini berakhir, Aku kembali melakukan kegiatan bodohku.. berjalan mengitari tiap lorong di sekolah ini.. Aku kembali teringat dengan ruang music kemarin.., aku pun bergegas melangkahkan kakiku ke ruang music…. Dannn Lagi. Aku mendengarnya!!!
“And I've been thinkin so much
That imma call you anyway and say
Nights in Paris used to feel so right
Rather stay in my hotel talk to you all night
Evenings in London
Never felt so sad
I wish you were here to share these days so bad

The life we chose we're never together
And never together but always and forever
Mornings in Rome
Yeah you should be here too
And even in London
I'll always be faithful
Ohh, yeaah, yeah.”

Suaranya indah.. tiap bait liriknya menggambarkan betapa besar rasa rindunya kepada sang gadis.., sepertinya itu lagu ciptaanya sendiri.., aku pun memberanikan diri membuka pintu ruangan ini dengan perlahan.., aku melihat seorang lelaki yang duduk memunggungiku.., rambutnya pirang, dan tinggi., hanya itu.., aku tak dapat melihat wajahnya
“Apa kau tak diajari sopan santun oleh orang tuamu?” suara dingin lelaki itu membekukan ku “aa…aku aku tak sengaja.. maafkan aku” balasku terbata. Lelaki itu berdiri dari bangkunya, menghadap kearahku yang kini tengah menunduk..,ia melewatiku begitu saja. Astagaaa kenapa aku tadi tak membentaknya? Memang dia pikir dia itu sapa? Errr Kau ini kenapa Carlll???!! Aku kembali merutuki diriku yang bodoh. Aku kembali mendongakkan kepalaku, menatap grand piano hitam itu, “Sepertinya dia bukan manusia” pikirku mengingat sikapnya yang dingin bahkan terkesan horror itu -__-“

“IM GOIN’ IN IM GOIN’ IM GOIN’ IM GOIN’ IN (put your, put your hands up)” Lagu Goin’ in milik JLO pun mulai menggema diseluruh ruangan, dengan segera ku ambil hanphoneku yang tengah meringkuk nyaman disaku jaketku, aku segera mengetuk sekali benda pipih itu  “Moshi-moshi.. Carly here..whassuupp!!?” sapaku riang “Bisa kau pulang sekarang Lucy? Aku ingin memberimu informasi penting” balas Esme disebrang sana “Ahh yeah.. tentu.. sekarang juga?” tanyaku bodoh “Geezz.. tidak, tentu saja sekarang.. Oh my Hunny -__-“ kesal Esme, aku terkekeh geli saat mendengarnya “haha baik baik, aku akan segera pulang, bye.. sampai bertemu dirumah Aunttyy” salamku, setelah memasukkan handphone ku kesaku, aku pun segera pergi ke halte.

----------------------- 15 menit -------------------------


“astaga… kemana semua bus hari ini?” ucapku kesal, aku segera mengetik sebuah pesan kepada Esme bahwa aku akan terlambat pulang karena bus yang tak kunjung datang. Tak berapa lama sebuah Karma Fisker classic berhenti didepanku, sang pemilik mobil menurunkan kaca jendelanya dan…… GEZZZZ ITU JUSTIN.., JUSTIN BIEBER!!! Tuhannn tolong kumohonn jangan buat aku pingsan disini.. Dia menurunkan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya “Butuh tumpangan nona manis?” tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya.,Blushhh Astagaaa ayooo bernafaslah Carlyy,, bernafaslah “umm… ba..baiklah” ucapku gagap.., astaga aku pasti terlihat sangat konyol saat ini. Justin keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untukku. “Wajahmu merahh” ucap Justin polos.. Aku hanya melengos dan masuk kedalam mobil. Hening. Ahh aku tak suka keadaan seperti ini “Kau” ucap kami bersamaan “Kau duluan” balasku “no, ladies first” balasnya “Kau masih ingat rumahku.. ohh tidak maksudku rumah Esme.. Kau masih ingat bukan?” tanyaku sedikit kaku, dia terkekeh.. astaga senyuummnya “tentu saja.., kau pikir ingatanku ingatan jangka pendek..” guraunya “Ok sekarang giliranku.. kenapa kau baru pulang?”tanyanya.. astaga apa yang harus ku lakukan?? Tak mungkinkan aku bercerita bahwa aku pulang terlambat hanya karena mengintip manusia jadi-jadian diRuang music tadi??? “Carl?” panggilnya “ahh yeah.. sedikit tugas.. ohh tidak maksudku pekerjaan” balasku salah tingkah “ok Sampai” ucapnya “uhhmm terimakasihh Just.., kau mau mampir??” tanyaku “uhmm aku sebenarnya ingin.. tapi aku harus segera pulang.. maaf” jawabnya kecewa “tak apa… mungkin lain kali” ucapku “baiklah.. aku masuk dulu” lanjutku “yeahh tentu saja.. sampai jumpa” pamitnya, aku pun keluar dari mobil dan melambaikan tangan kearahnya. Hufftt…sepertinya aku bisa bernafas lebih baik sekarang.. aku menggelengkan kepalaku.


LIKE pada option diatas
SHARE ke temen kalian
FOLLOW blog nya
FOLLOW twitter gw juga boleh
NO COPAST dari part awal sampe akhir
Buat yg copast umurnya pendek *eh

Sabtu, 25 Mei 2013

Life Is Adventure Bab V

Diposting oleh Unknown di 02.41 0 komentar
BAB V : Candian Boy.., Who Are You?

Bukankah dia lelaki yang menabrakku tadi siang? Dia.., lelaki berambut emas, bermata hazel dengan gaya maskulin yang mampu menghipnotis mata setiap wanita yang melihatnya. “Tampan, eh?” ucap Bibi esme yang tiba-tiba berdiri disampingku dengan mata yang juga tertuju kearah Canadian boy itu. Aku terkekeh "Just little bit aunty.., jangan berlebihan" balasku. Esme tersenyum " a.. jangan seperti itu.. tunggu sampai dia bertemu langsung denganmu..kau akan jatuh cinta padanya" ucap Esme. Aku hanya memutar bola mataku jengah "Jadi kapan giliranku naik Esme?" tanyaku "setelah dia selesai" balas Esme sambil berlalu menuju meja kasir. Aku kembali menatap ke arah Canadian Boy itu, dia tengah tersenyum sambil mengucapkan terimakasih kepada para pengunjung, "Senyumnya manis" ucapku tanpa sadar, aku membekap mulutku kilat sambil mengetuk-etuk kepalaku pelan "Bodoh!" umpatku pelan "Kau memang bodoh" ucap seseorang disebelahku, Aku menengok kearah sumber suara, mataku hampir keluar saat menatap siapa yang tengah berdiri dihadapanku kini "Logan?bagaimana bisa?" tanyaku kaget "jangan terkejut seperti itu.., wajahmu bertambah jelek bodoh! Kau pikir tak ada transportasi lain untuk sampai ke sini? dan kenapa kau tak meninggalkan iPadku? huh Aku mengirimimu pesan tapi kau tak membalasnya.. dasar idiot ada beberapa file penting yang ada disan...na" omelanya mendadak memelan karena mendapat pelototan ganas dari Esme  "Tunggu.., kau mengirimiku pesan?" tanyaku bodoh "Sudah ku katakan tadi.., apa kau tak dengar?! sudahlah.., kemarikan kunciku.," balasnya. aku merogoh saku jaketku dan memberikan kunci mobil kepadanya. "Lucy!" teriak Esme, aku menengok kearahnya, ia tengah menunjuk kearah panggung, kosong tak ada siapapun disana, kemana dia? "Giliranmu" tambah Esme. Aku mengangguk dan berjalan kearah panggung. Melangkah pasti menapaki lima undakan tangga kearah panggung.Kududukan tubuhku diatas sebuah kursi berwarna hitam yang senada dengan warna grand piano yang tersedia dihadapanku. Ku tarik nafasku perlahan dan menghembuskannya pelan, kesepuluh jariku kini mulai menari-nari diatas tuts-tuts piano, mengalunkan sebuah harmoni yang padu dan merdu, Aku pun mulai melantunkan sebuah lagu berjudul  "I would"   
If I could take away the pain and put a smile on your face
Baby I would, baby I would
If I could make a better way, so you could see a better day
Baby I would, baby I would, I would

Paint a doorway to the sky and hand you the keys,
Let you know that you're always welcomed so that you never leave
Buy you all those fancy things that you only see on tv, yeah
Run away, to our hideaway, we be living the american dream
And i, know it's never gonna be that easy
But I know that it won't hurt us to try

If I could take away the pain and put a smile on your face
Baby I would, baby I would
If I could make a better way, so you could see a better day
Baby I would, baby I would, I would

Wo-oh, wo-oh, wo-oh baby I would

To the love forever wide, so that it never runs dry
Anytime you ask me why i'm smiling, say that i'm satisfied
You got your flaws and so do i,
Past lovers that made you cry
And though I wanna make it right
I just cant read your mind

And i, know it's never gonna be that easy
But I know that it won't hurt us to try


If I could take away the pain and put a smile on your face
Baby I would, baby I would
If I could make a better way, so you could see a better day
Baby I would, baby I would, I would


Wo-oh, wo-oh, wo-oh baby I would

Yeah it's not about what I want
It's all about what you need
I know that he hurt you, but that wasnt me
And I know, and I know sometimes it's hard to see
That all we need to be

If I could take away the pain and put a smile on your face
Baby I would, baby I would
If I could make a better way, so you could see a better day
Baby I would, baby I would, I would

Wo-oh, wo-oh, wo-oh baby I would

Jari-jariku berhenti menari, terdengar tepuk tangan riuh dari para pengunjung, aku melihat kesekeliling menatap para pengunjung sambil tersenyum, pandanganku terhenti saat manik mataku bertatapan langsung dengan manik matanya, dia tersenyum sambil memberikan stand aplause untukku, aku tersenyum kembali dan beranjak dari dudukku, berterimakasih dan turun dari panggung.



                                                                             
 

Upie Rukurukucil Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez